Jakarta – Presiden ke-2 RI Soeharto selamatkan ekonomi Indonesia pasca G30S PKI dengan kebijakan stabilisasi dan pembangunan jangka panjang. Krisis 1965 tinggalkan hiperinflasi 650% dan utang luar negeri US$2,4 miliar. Selain itu, Soeharto terapkan Repelita I (1969) hingga swasembada pangan 1984. Dengan demikian, PDB tumbuh rata-rata 7% per tahun selama Orde Baru. Baca sejarah G30S PKI di sini.
Krisis Ekonomi 1965: Hiperinflasi dan Kelaparan Massal
Soeharto selamatkan ekonomi Indonesia pasca G30S PKI karena warisan Soekarno: inflasi 650%, cadangan devisa US$100 juta, dan utang US$2,4 miliar. Oleh karena itu, rakyat hadapi kelaparan massal. Namun, Soeharto ambil alih 11 Maret 1966 via Supersemar. Akibatnya, ia bentuk Tim Ekonomi darurat. Dengan demikian, langkah pertama stabilkan harga pangan. Selain itu, impor beras darurat 1 juta ton cegah krisis. Lihat data inflasi 1965.
Kebijakan Stabilisasi: Sanering dan Keseimbangan Anggaran
Soeharto terapkan sanering 1965 potong nilai uang 1.000:1. Meskipun demikian, inflasi turun dari 650% ke 100% dalam setahun. Oleh karena itu, anggaran defisit dikurangi. Akibatnya, Keseimbangan Anggaran 1967 jadi fondasi Repelita. Dengan demikian, utang luar negeri direstrukturisasi via IGGI (Inter-Governmental Group on Indonesia). Selain itu, bantuan US$200 juta dari Barat masuk 1967. Baca kebijakan sanering Soeharto.
Repelita I-VIII: Pembangunan Infrastruktur dan Swasembada
Soeharto selamatkan ekonomi Indonesia pasca G30S PKI melalui Repelita I (1969-1974). Oleh karena itu, fokus pertanian: Inmas, Bimas, dan pupuk subsidi. Akibatnya, produksi beras naik dari 10 juta ton (1965) ke 25 juta ton (1984). Dengan demikian, swasembada pangan capai 1984, FAO beri penghargaan. Namun, Repelita II-VIII bangun 300.000 km jalan, 1.000 bendungan, dan PLTA. Selain itu, PDB capai US$1.000 per kapita 1996. Lihat Repelita Soeharto.
Peran Inpres dan Transmigrasi: Pemerataan Ekonomi
Inpres Desa alokasikan Rp100 juta per desa. Oleh karena itu, 60.000 desa bangun jalan, sekolah, dan puskesmas. Akibatnya, kemiskinan turun dari 60% (1970) ke 11% (1996). Dengan demikian, transmigrasi pindahkan 1,2 juta keluarga ke luar Jawa. Namun, program ini perkuat integrasi NKRI. Selain itu, YAMP Soeharto bangun 999 masjid dukung spiritual. Baca Inpres Desa Soeharto.
Dampak Jangka Panjang: Indonesia Jadi Macan Asia
Soeharto selamatkan ekonomi Indonesia pasca G30S PKI bawa Indonesia jadi Macan Asia. Oleh karena itu, ekspor non-migas naik dari US$500 juta (1969) ke US$50 miliar (1996). Akibatnya, cadangan devisa capai US$20 miliar. Dengan demikian, kelas menengah tumbuh 40 juta orang. Namun, krisis 1998 akhiri Orde Baru. Selain itu, legacy stabilisasi tetap jadi pelajaran.














