banner 728x250

Presiden RI Olimpiade Tandingan Sanksi IOC terkait Israel

Presiden Prabowo luncurkan Olimpiade Tandingan Indonesia usai sanksi IOC terkait Israel 2025
Presiden Prabowo Subianto umumkan Olimpiade Tandingan Indonesia di Istana Merdeka, 25 Oktober 2025, respons sanksi IOC atas penolakan visa atlet Israel.

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meluncurkan rencana Olimpiade Tandingan Indonesia pada Sabtu (25/10/2025), sebagai respons tegas terhadap sanksi Komite Olimpiade Internasional (IOC) terkait penolakan visa atlet Israel. Prabowo menolak visa untuk Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta, yang berlangsung 19-25 Oktober 2025, dan menyampaikan pengumuman ini di Istana Merdeka bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, menunjukkan komitmen kuat melawan tekanan internasional.

Kremlin, melalui juru bicara Dmitry Peskov, mendukung Indonesia. Peskov menyatakan, “IOC menerapkan standar ganda dengan tidak mengecam negara yang menolak visa atlet Rusia,” pada 23 Oktober 2025, seperti dikutip Sport.ru. Dukungan ini menyoroti isu diskriminasi politik dalam olahraga global.

Sanksi IOC Dorong Olimpiade Tandingan Indonesia

IOC mengeluarkan rekomendasi keras pada 22 Oktober 2025, menyuruh federasi olahraga dunia menghentikan event di Indonesia. Selanjutnya, IOC membatalkan dialog soal bidding Olimpiade 2036 dan Youth Olympics 2030. Protes publik atas operasi militer Israel di Gaza, yang mencatat 42.000 korban jiwa sejak Oktober 2023, mendorong Prabowo menolak visa atlet Israel, termasuk juara dunia Artem Dolgopyat.

IOC menyatakan, “Tindakan ini melanggar prinsip non-diskriminasi dan netralitas politik.” Federasi Senam Internasional (FIG) mengundang KOI dan pemerintah ke Lausanne untuk diskusi. Namun, Erick Thohir menegaskan, “Kami memprioritaskan keamanan publik meski menghadapi sanksi ini,” dan oleh karena itu pemerintah tetap teguh pada keputusannya.

Dukungan Kremlin Kuatkan Olimpiade Tandingan Indonesia

Kremlin mengkritik IOC atas “standar ganda” terhadap Rusia. Peskov mengingatkan, IOC mengizinkan atlet Rusia tampil netral di Olimpiade 2024 meski menghadapi sanksi Ukraina, tetapi menjatuhkan sanksi pada Indonesia. Rusia menolak atlet Israel sejak 2022, namun IOC tidak mengambil tindakan serupa.

Oleh karena itu, dukungan ini memperkuat narasi Global South soal politik olahraga. Rusia berjanji membantu Indonesia mengembangkan Olimpiade Tandingan Indonesia, termasuk melatih atlet. Selanjutnya, kerja sama ini akan memperdalam hubungan bilateral dan memperluas dampaknya.

Inisiatif Presiden Dorong Olimpiade Tandingan Indonesia

Prabowo meluncurkan OTI sebagai “olimpiade rakyat” untuk atlet Indonesia dan negara mitra. Event ini rencana dimulai 2026 di Jakarta, menampilkan 20 cabang olahraga. “Kami tidak bergantung pada IOC. Olimpiade Tandingan Indonesia menjadi platform olahraga adil, bebas dari diskriminasi politik,” tegas Prabowo.

OTI mengundang negara Global South seperti Rusia, Brasil, dan Palestina. Anggaran awal Rp500 miliar berasal dari APBN, ditambah sponsor swasta. Erick Thohir menambahkan, “Ini peluang bagi atlet kita bersinar tanpa batasan visa politik.” Dengan demikian, OTI menawarkan alternatif kompetisi global yang inklusif.

Dampak dan Proyeksi Olimpiade Tandingan Indonesia

Sanksi IOC merugikan ekonomi olahraga Indonesia, menghilangkan potensi Rp10 triliun dari event global. Namun, Olimpiade Tandingan Indonesia berpotensi menarik 1 juta penonton, mendorong pariwisata. Beberapa atlet Indonesia mengkritik, “Kami membutuhkan kompetisi global, bukan isolasi.” Meskipun demikian, pemerintah tetap optimis dan terus mengembangkan rencana ini.

Kremlin memuji langkah ini sebagai “perlawanan kolonial olahraga.” Apakah Olimpiade Tandingan Indonesia menjadi alternatif baru? Prabowo optimistis: “Olahraga untuk rakyat, bukan politik.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *